Akreditasi Unggul Hasilkan SDM Mumpuni

JAKARTA – Globalisasi era Masyarakat Ekonomi ASEAN/ MEA yang telah berlaku pada tahun 2016 ini berdampak pada aliran tenaga kerja terampil akan bebas masuk ke negara ASEAN. Agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja tersebut, tenaga kerja Indonesia harus semakin berkualitas. Untuk itu, lulusan perguruan tinggi Indonesia harus memiliki kompetensi yang baik. Dalam hal ini perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki peran dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing unggul. Salah satunya melalui peningkatan peringkat akreditasi institusi. Perguruan tinggi dengan akreditasi unggul akan menghasilkan lulusan yang berdaya saing mumpuni.

Pimpinan PTS menyadari pentingnya akreditasi ini sehingga pada Rabu (30/11) dilakukan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) mengenai peningkatan mutu PTS melalui akreditasi institusi. Fokus perhatian dalam Rakorda adalah untuk meningkatkan akreditasi program studi maupun institusi perguruan tinggi swasta, menopang apa yang akan dilaksanakan oleh BAN-PT serta membahas isu terkini terkait peraturan yang terbit dan dampaknya terhadap perubahan di tiap perguruan tinggi swasta.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III DKI Jakarta, Illah Sailah menyebutkan dari jumlah 1600-an program studi di Wilayah Kopertis III hanya sebesar 194 yang memiliki akreditasi A artinya masih sekitar 12% nya saja.

“Ini menjadi cerminan kita juga. Masih banyak yang belum re-akreditasi dan ada juga yang tidak terakreditasi, itu harus dilakukan pembinaan, kami merekomendasikan saja kepada Kemenristekdikti,” ujar Illah saat pembukaan Rakorda di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Posisi akreditasi dan sertifikasi dalam tujuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi sendiri ditujukan untuk pertumbuhan perekonomian dan daya saing kompetitif nasional sehingga nantinya dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu berinovasi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan Rakorda ini guna me-review apa yang sudah dilakukan di tahun 2016 dan rencana untuk tahun 2017. Ada beberapa hal yang sangat penting terkait kebijakan Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu PTS di Indonesia yang salah satunya melalui sistem akreditasi. Nasir menyebutkan akreditasi dan sertifikasi harus diperhatikan. Pada tahun 2015, perguruan tinggi yang masuk ke dalam ranking 500 besar dunia hanya ada dua. Permasalahannya masih seputar kualitas dan mutu, maka dari itu hal ini harus didorong terus.

“Tolong Bapak Dirjen melakukan pendampingan instrumen apa saja yang harus kita perhatikan untuk bisa menjadikan perguruan tinggi terakreditasi A. Untuk itu saya minta kepada BAN-PT bukan memudahkan, tapi menjelaskan instrumen apa saja yang perlu ditingkatkan. Per Oktober 2016 ada 40 perguruan tinggi yang sudah A,” ujarnya.

Pendampingan tersebut antara lain meliputi kelembagaannya yang harus sesuai dengan peraturan yang ada yakni PTS harus dijalankan oleh badan penyelenggara, yang dapat berupa komite atau yayasan. Menristekdikti menyebutkan tujuan pihaknya mendorong akreditasi adalah manakala suatu perguruan tinggi itu baik maka akan memberikan impact pada pertuumbuhan ekonomi karena dijalankan dengan baik. Nasir berharap ketika para mahasiswa lulus nanti dapat memiliki ijazah sekaligus sertifikat kompetensi agar lebih dapat diterima di dunia kerja.

Sejauh ini, pendampingan yang telah dilakukan Kemenristekdikti sendiri antara lain melalui workshop AIPT yang diikuti 152 PT, bimbingan teknis pada 51 PT terpilih yang terakreditasi B, assign mock assessor dan pembimbing pada masing-masing PT, dan visitasi yang menghasilkan rekomendasi untuk re-akreditasi ke BAN- PT. Diantara jumlah tersebut perguruan tinggi swasta juga banyak yang bisa masuk untuk dilakukan pembinaan. Total pencapaian dari program pendampingan tersebut adalah terdapat 17 perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi A.

“Akreditasi adalah kebutuhan wajib karena apa, ukuran kualitas perguruan tinggi dilihat dari situ,” imbuh Nasir.

PT atau prodi yang telah terakreditasi A kemudian nantinya didorong untuk dapat mendapatkan akreditasi internasional. Menristekdikti berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia bisa memiliki sertifikat internasional. Lulusan yang berpotensi untuk lulus uji kompetensi internasional adalah lulusan yang berasal dari program studi yang terakreditasi internasional, baik itu yang berasal dari perguruan tingi negeri maupun swasta.

“Tidak ada lagi dikotomi negeri dan swasta. Kita harus menghilangkan ini sehingga tidak ada lagi yang namanya diskriminasi,”tuturnya. (APS)

Read more at http://www.ristekdikti.go.id/akreditasi-unggul-hasilkan-sdm-mumpuni/#Ybm4hRtjbMMbvQPA.99

FTMI XII se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

SUKSESKAN FESTIVAL TEATER MAHASISWA INDONESIA
(FTMI) XII SE-SULSEL-BAR TAHUN 2016

DAFTAR NAMA PEKERJA TEATER KAMPUS
YANG LOLOS BERKAS TAHAP I

1. BESTRA UNM MAKASSAR
2. TEATER HITAM PUTIH BENGKEL SENI BASSI UNISMUH MAKASSAR
3. KOSASTER SIIN UNASMAN POLEWALI MANDAR
4. HMK STIE MUHAMMADIYAH PALOPO
5. UKM SEARA UNSULBAR MAJENE
6. UKM TALAS UNISMUH MAKASSAR
7. SIBOLA IAIN PALOPO
8. KOMUNITAS SENI ADAB (KISSA) FAK. ADAB & HUMANIORA UIN MAKASSAR
9. TEATER LONTARA SULAPA APPA UNM MAKASSAR
10. BISERU 17 UPP PGSD PAREPARE FIP UNM
11. SPASI UNHAS MAKASSAR
12. KOMUNITAS SENI KREATIF UNSULBAR MAJENE
13. LENTERA UNM MAKASSAR
14. UKM SENI TITIK DUA UNM MAKASSAR
15. SKETSA PGSD UNISMUH MAKASSAR
16. TKU UNHAS MAKASSAR
17. UKM KARISMATIK ATIM MAKASSAR

Selamat kepada pekerja teater kampus yang lolos berkas tahap pertama dan kami
Selaku panitia pelaksana menyampaikan agar kiranya berkas tahap kedua segera dilengkapi
Akhir kata kami ucapkan SELAMAT BERPROSES SELAMAT BERKARYA
Dipassimangani Para Salama’

PENGUMUMAN BAGI MAHASISWA SEMESTER AKHIR

Jadwal Kegiatan Ujian Komprehensip Mahasiswa Semester Akhir Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiayah, Program Studi Perbankan Syariah dan Program Studi Hukum Perdata Islam akan dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 19 Nopember 2016 jam 08:00 sampai selesai wita

Persyaratan Usulan Jabatan Fungsional Akademik Dosen

Seperti judulnya Jabatan Fungsional Akademik Dosen atau disingkat Jafung ini memang menjadi suatu kebutuhan wajib untuk para dosen dalam meningkatkan perkembangan karirnya, apalagi dosen yang berjafung juga menjadi salah satu syarat untuk masuk dalam sertifikasi dosen, disini saya akan membagikan mekanisme dan persyaratan pengusulan jafung bagi anda para dosen baru, mekanisme dan persyaratan yang saya tulis ini saya ambil dari peraturan yang dikeluarkan oleh Kopertis 4 Bandung, namun untuk kopertis yang lainnya saya kira persyaratannya tidak berbeda jauh, karena semuanya pengacu kepada peraturan Dikti. Berikut persyaratan Usulan Jabatan Fungsional Akademik Dosen yang masih berlaku saat ini dikopertis wilayah 4 Bandung, jika anda malas untuk membacanya anda bisa download petunjuk teknis di akhir artikel ini yang telah saya sertakan yang saya ambil dari website kopertis 4 wilayah jabar dan Banten.

PERSYARATAN USULAN JABATAN FUNGSIONAL AKADEMIK DOSEN

PERSYARATAN AKADEMIK :

Ijazah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi harus mempunyai ijin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk perguruan tinggi agama memiliki ijin pendirian dari Kementerian Agama, serta Program Studinya harus terakredidasi;
ljazah dari Perguruan Tinggi luar negeri harus mendapat penyetaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud;
PERSYARATAN ADMINISTRASI :

Surat Pengantar dari Pimpinan PTS (Rektor/Ketua/Direktur);
Fotocopy SK Pengangkatan sebagai Dosen Tetap Yayasan dilegalisir;
Fotocopy ljazah dan Transkrip S-1/D-4 , S-2 serta S-3 (bagi yang telah memiliki) dilegalisir;
Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK);
Surat Pernyataan Melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran (Bidang A), beserta data pendukungnya;
Surat Pernyataan Melaksanakan Penelitian (Bidang B), beserta Karya llmiah yang asli;
Surat Pernyataan Melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (Bidang C), beserta data pendukungnya;
Surat Pernyataan Melaksanakan Penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi (Bidang D), beserta data pendukungnya;
Berita Acara Senat Fakultas bagi Universitas/Institut atau Senat Perguruan Tinggi bagi Sekolah Tinggi/Akademi dan Politeknik (Format Terlampir);
Nilai Prestasi Kerja dari Pimpinan PTS;
Surat Pernyataan Keabsahan Karya llmiah yang ditandatangani Dosen ybs. (Format Terlampir);
Lembar Pernyataan Pengesahan Hasil Validasi Karya Ilmiah yang ditandatangani oleh Pimpinan PTS (Format Terlampir);
Bukti Online Penelitian yang dipublikasikan pada Portal Jurnal/Perguruan Tinggi/Portal Kopertis/Portal Garuda DIKTI;
Fotocopy SK Jabatan Fungsional Dosen dan SK Pangkat Terakhir yang dilegalisir (bagi yang mengajukan kenaikan jabatan/pangkat);
Fotocopy SK Tugas Belajar/SK Izin Belajar (untuk dosen yang sedang studi lanjut);
Fotocopy SK Pengaktifan Kembali (untuk dosen yang sudah menyelesaikan studi lanjut dengan status tugas belajar);
Fotocopy SK Dosen PNS (bagi dosen PNS dpk.);
Fotocopy Keputusan Kepala BKN tentang penetapan NIP Baru (bagi dosen PNS dpk.);
Fotocopy Surat Pernyataan Menduduki Jabatan (SPMJ) dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) (bagi dosen PNS dpk.);
Print Out NIDN dari laman forlap.dikti.go.id;
PERSYARATAN KARYA ILMIAH :

Karya ilmiah dapat ditelusuri secara online pada Portal Jurnal/Perguruan Tinggi/Portal Kopertis/Portal Garuda DIKTI. Karya ilmiah yang dipublikasikan secara online harus bisa dibuka secara full text, tidak abstract
Karya ilmiah yang diusulkan (Jurnal/Prosiding/Majalah/Buku) harus asli.
Melampirkan Asli Lembar Hasil Penilaian Sejawat Sebidang Atau Peer Review Karya Ilmiah (terutama untuk kenaikan JFA Dosen Lektor Kepala dan Guru Besar (Format Terlampir);
PERSYARATAN KHUSUS :

Pengangkatan Pertama Dosen dalam jabatan akademik Asisten Ahli :

Memiliki Ijazah Magister/Sederajat dari Perguruan Tinggi dan atau Program Studi yang terakreditasi sesuai dengan bidang ilmu penugasan;
Pangkat Paling rendah Penata Muda Tingkat I (III/b) bagi PNS atau setara dengan Asisten Ahli 150 untuk Dosen Tetap Yayasan;
Nilai Prestasi Kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
Melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun;
Melaksanakan paling sedikit 1 (satu) kegiatan pengabdian pada masyarakat;
Mempunyai paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah Nasional (ISSN) sebagai penulis pertama;
Telah memenuhi paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai dosen tetap termasuk angka kredit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.
Pengangkatan Pertama Dosen dalam jabatan akademik Lektor :

Memiliki Ijazah Doktor/Sederajat dari Perguruan Tinggi dan atau Program Studi yang terakreditasi sesuai dengan bidang ilmu penugasan;
Pangkat Paling rendah Penata Muda (III/c) untuk PNS atau setara dengan Lektor 200 untuk Dosen Tetap Yayasan;
Nilai Prestasi Kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
Melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun;
Melaksanakan paling sedikit 1 (satu) kegiatan pengabdian pada masyarakat;
Mempunyai paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah Nasional (ISSN) sebagai penulis pertama;
Telah memenuhi paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai dosen tetap termasuk angka kredit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.
Kenaikan jabatan akademik secara reguler dari Asisten Ahli ke Lektor :

Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Asisten Ahli;
Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional sebagai penulis pertama;
Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.
Kenaikan jabatan akademik secara reguler dari Lektor ke Lektor Kepala :

Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor;
Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau internasional sebagai penulis pertama bagi yang memiliki kualifikasi akademik Doktor (S3);
Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional atau internasional bereputasi sebagai penulis pertama bagi yang memiliki kualifikasi akademik Magister (S2) ;
Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.

Kenaikan jabatan akademik secara reguler dari Lektor Kepala ke Profesor :

Memiliki pengalaman kerja sebagai dosen tetap paling singkat 10 (sepuluh) tahun;
Memiliki kualifikasi akademik Doktor (S3);
Paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3);
Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor Kepala;
Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama;
Penilaian Teman Sejawat (Peer Review) terhadap Karya llmiah, yang dilakukan oleh 2 (dua) orang Profesor dari perguruan tinggi lain (Format Terlampir);
Melampirkan Daftar Riwayat Hidup;
Presentasi Uji Kelayakan Calon Guru Besar;
Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.

Kenaikan jabatan akademik dengan Loncat Jabatan

Dosen yang berprestasi luar biasa dapat dinaikan ke jenjang jabatan akademik dua tingkat lebih tinggi (loncat jabatan) dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala atau dari Lektor ke Profesor dan pangkatnya dinaikan setingkat lebih tinggi sesuai dengan peraturan perundangan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Loncat Jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala :

Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Asisten Ahli;
Memiliki ijazah Doktor (S3);
Memiliki paling sedikit 2 (dua) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama;
Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.

Loncat Jabatan dari Lektor ke Guru Besar :

Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor;
Memiliki paling sedikit 4 (empat) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama;
Memiliki pengalaman kerja sebagai dosen tetap paling singkat 10 (sepuluh) tahun
Memiliki kualifikasi akademik doktor (S3);
Paling singkat 3 (tahun) setelah memperoleh ijazah doktor (S3);
Melampirkan Daftar Riwayat Hidup;
Presentasi Uji Kelayakan Calon Guru Besar.
Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan;
Persyaratan yang harus dipenuhi lainnya sesuai ketentuan Persyaratan Administrasi diatas.
Download Panduan dan Persyaratan Teknik Jabatan Fungsional Akademik Dosen

SIKAPI KKNI, IAI DDI POLMAN GELAR WORKSHOP

Untuk menyikapi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada perguruan tinggi IAI DDI Polewali Mandar, maka pihak IAI DDI Polman mengelar Workshop Implementasi SNPT/KKNI. Senin, 7 November 2016 di hotel Nirmala Polewali.

Rektor IAI DDI Polewali Mandar Melalui Anwar Sewang mengatakan, workshop tersebut diharapkan masukan dari sejumlah stakeholder yang hadir, hal ini dinilai penting guna pengembangan dan peningkatan kualitas SDM termasuk kualitas luaran IAI DDI Polewali Mandar kedepan.

Lebih lanjut Anwar Sewang mengatakan, Alumni IAI DDI Polman kedepannya diharapkan, tidak hanya dilengkapi Ijazah dan transkrip nilai, namun yg lebih penting dari itu adalah kompetensi sebagai pendamping ijazah setelah meraih gelar sarjana. “Jadi kedepan, mahasiswa IAI DDI tidak hanya dilengkapi dengan selembar ijazah dan transkrip nilai, tapi yang lebih penting adalah pendamping ijazah yaitu kompetensi yang memadai dan memiliki SDM yang handal”. Ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar yang diwakili oleh staf ahli bidang hukum Sarja mengatakan, dalam pengembangan sebuah perguruan tinggi adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM), ini penting agar setiap luaran perguruan tinggi yang ada di daerah ini, memiliki kualitas dan kapasitas. “Yang terpenting dalam pengembangan sebuah perguruan tinggi adalah peningkatan SDM, untuk itu kedepan perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi negeri”. Sarja juga berharap peserta workshop dapat memberikan masukan yang baik untuk pengembangan IAI DDI kedepan, termasuk memberikan masukan rekomendasi dalam hal peningkatan SDM.

Sekedar diketahui, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan capaian pembelajaran (Learning outcomes) yang dapat menyetarakan, luaran bidang pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor • Jenjang kualifikasi adalah tingkatan capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran pencapaian proses pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja • KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional dan pelatihan yang dimiliki negara Indonesia • KKNI terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari Kualifikasi I sebagai kualifikasi terendah dan Kualifikasi IX sebagai kualifikasi tertinggi. (MarioFM)