بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Info Dikti

LPM IAI Selesaikan Pemetaan Standar DIKTI penyesuaian Permenristekdikti No 44 Th 2015

Lembaga Penjaminan Mutu Internal IAI telah melakukan pemetaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan penyesuan Standar Dikti Permenristekdikti tahun 2015. adapun dokumen standar yang telah disesuaikan adalah Standar Pendidikan yang terdiri dari Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi Pembelajaran, Standar Proses Pembelajaran, Standar Penilaian Pembelajaran, Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran, dan Standar Pembiayaan Pembelajaran. Standar penelitian terdiri dari, Standar isi penelitian, standar  proses penelitian, standar penilaian penelitian, standar sarana dan prasarana penelitian, dan standar pembiayaan penelitian. standar penyesuaian pengabdian masyarakat terdiri dari standar isi pengabdian masyarakat, standar proses pengabdian masyarakat, standar penilaian pengabdian masyarakat, standar sarana dan prasarana pengabdian masyarakat, dan standar pembiayaan pengabdian masyarakat. adapun standar tambahan yang telah disusun yaitu standar kerja sama dan standar sistem informasi.

Undangan Lokakarya Pemanfaatan E-Journal

Dalam rangka Peningkatan Pemanfaatan E-Jurnal yang telah dilanggan Kemenristekdikti, bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual akan mengadakan Lokakarya Peningkatan Kompetensi Pemanfaatan E-Jurnal tahun 2017.
Sehubungan dengan hal tersebut, untuk memperluas akses dan pemanfaatan referensi ilmiah E-Jurnal, bersama ini kami mengundang perwakilan dari perguruan tinggi Saudara yang terdiri dari:
1. Unsur Pimpinan Perguruan Tinggi sebanyak 1 orang
2. Pustakawan sebanyak 1 orang.
3. Dosen sebanyak 2 orang.
untuk mengikuti Lokakarya Peningkatan Kompetensi Pemanfaatan E-Jurnal yang akan diselenggarakan pada:
hari/tanggal : Selasa, 15 Agustus 2017
tempat : Universitas Tomakaka
Jl. Ir. H. Juanda No. 77/44 Mamuju, Sulawesi Barat
waktu : 09.00 s.d 15.00 WITA
jadwal acara : terlampir
Peserta lokakarya diwajibkan membawa surat tugas, laptop, dan modem. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi hanya menanggung biaya konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Demikian untuk diketahui dan atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Undangan Lokakarya Pemanfaatan E-Journal

Surat Edaran Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 dan Kepmendiknas No. 36/D/0/2001

Surat Edaran Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 dan Kepmendiknas No. 36/D/0/2001 walaupun sudah berusia tua namun masih tetap berlaku dan menjadi salah satu pedoman dalam penentuan beban kerja dosen dan perhitungan angka kredit dosen. Saya perhatikan di milis DG masih ada dosen-dosen muda yang belum mengetahui keberadaan kedua produk hukum ini yang tandanya juga belum paham Beban Kerja Normal seorang Dosen Tetap, untuk itu saya tampilkan lagi Lampiran-Lampiran dari kedua produk hukum yang terkait di web ini sehingga bagi dosen-dosen muda yang membutuhkan info Beban Kerja Normal Dosen Tetap dan Rasional Perhitungan Jumlah Jam Kerja per Minggu bisa membacanya.

Terima kasih,

Wassalam, Fitri

Lampiran I Surat Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 tanggal 29 Desember 1999
Beban Kerja Normal seorang Dosen Tetap.

No. Jenis Kegiatan (sesuai beban kerja ideal dosen) Jumlah jam per Minggu  atau Ekuivalen
A. Pendidikan  
1. Mengajar matakuliah “X” (3 SKS) 9
2. Mengajar matakuliah “Y” (3 SKS) 9
3. Membimbing mahasiswa menyelesaikan Skripsi, 3 orang per semester 6
4. Perwalian mahasiswa, 20 orang per semester 1
5. Menguji ujian akhir (sidang sarjana), 3 orang per semester 0,5
6. Membuat diktat kuliah 1 diktat per tahun 2
  Jumlah A 27,5
B. Penelitian  
1. Penelitian (OPF, HB, SPP, dll) 1 topik per tahun, sebagai peneliti utama 10
2. Penulisan makalah di jurnal terakreditasi, 1 judul per 2 tahun, sebagai penulis utama 1
  Jumlah B 11
C. Pengabdian pada Masyarakat  
1. Mengadakan pelatihan insidental,1 topik per semester. 1
D. Kegiatan Penunjang  
1. Aktif dalam kepanitiaan 1 panitia per tahun 1
  Jumlah total 40,5

 

Lampiran II Surat Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 tanggal 29 Desember 1999 atau
Lampiran 2e Kepmendiknas No. 36/D/O/2001 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen

Rasional perhitungan jumlah jam kerja per minggu

  1. Mengajar/memberi kuliah :

l SKS (Satuan Kredit SemesTer) ekuivalen dengan 3 jam pelaksanaan yang terdiri atas 1 jam tatap muka di kelas dan 2 jam persiapan menyusun bahan kuliah.

  1. Membimbing mahasiswa menyelesaikan skripsi :

Skripsi mempunyai bobot 6 SKS berarti setiap mahasiswa harus menyediakan waktu 6 x 3 = 18 jam per minggu untuk mengerjakan skripsi. Karena sifat skripsi adalah tugas mandiri, maka minimal setiap mahasiswa harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing selama 2 jam per minggu.

  1. Perwalian mahasiswa :

Beban normal dosen wali adalah 20 orang mahasiswa per semester sehingga dosen mengenal setiap mahasiswa yang dibinanya. Untuk hal tersebut dosen menyediakan waktu minimal 1 jam per minggu untuk konsultasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh para mahasiswanya.

  1. Menguji ujian akhir / sidang sarjana :

Setiap ujian akhir (sidang sarjana) memakan waktu 3 jam sehingga jika ada 3 mahasiswa mengikuti sidang sarjana pada akhir semester, dosen penguji harus menyediakan waktu 9 jam per semester atau 0,5 jam  per minggu (l semester ekuivalen dengan 18 minggu).

  1. Membuat diktat kuliah :

Diktat kuliah diperkirakan berjumlah 100 halaman dan untuk menjamin mutu diktat yang baik diperkirakan waktu menulis yang cukup jika 100 halaman ditulis dalam waktu 1 tahun, maka diperkirakan setiap minggu dapat ditulis 2 halaman (50 minggu efektif dalam 1 tahun) untuk dapat menulis 2 halaman yang bermutu diperlukan waktu 2 jam (termasuk persiapan mencari literatur, gambar, dsb).

  1. Penelitian :

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Ditjen Dikti, maka alokasi waktu yang harus disediakan oleh peneliti utama dalam melakukan penelitian Hibah Bersaing (HB) adalah 10 jam per minggu.

  1. Penulisan makalah di jurnal terakreditasi :

Penulisan makalah yang diterbitkan di jurnal memerlukan waktu cukup lama, dimulai dari penulisan naskah, pengiriman ke dewan redaksi, review oleh tim penilai, perbaikan/koreksi oleh penulis berdasarkan hasil review dan proses penyempurnann untuk siap cetak. Menurut kaidah normal, diperlukan waktu 2 tahun dari saat mulai penulisan untuk akhirnya terbit di jurnal, dan waktu yang harus dialokasikan oleh penulis adalah ekuivalen dengan 1 jam per minggu.

  1. Pelatihan insidental :
  2. Kegiatan ini ditujukan untuk pengabdian pada masyarakat dengan memberikan jasa keahlian yang dimiliki oleh dosen tersebut.

Berdasarkan kaidah normal, maka dosen mengadakan pelatihan 1 topik per semester dengan lama waktu pelatihan 3 hari kerja (ekuivalen 18 jam pelatihan).Untuk mempersiapkan bahan pelatihan diperlukan waktu  minimal 18 jam, berart i diperlukan wakfu 1 jam per minggu (1 Semester ekuivalen dengan l8 minggu.

  1. Keanggotaan dalam panitia :

Keanggotuan dalam panitia memerlukan komitmen waktu minimal untuk menghadiri rapat. Jika rapat rutin diadakan setiap minggu dan setiap rapat normalnya berlangsung 2 jam maka diperlukan komitmen untuk 1 jam per minggu.

 

INFORMASI PERUBAHAN TATA CARA SERDOS 2017

 

PERJALANAN DATA serdos 2017

20170416_195500

1. Perguruan tinggi melakukan validasi data induk dosen (data D1) secara online di PDDIKTI (http://forlap.ristekdikti.go.id) pada rentang waktu yang telah ditetapkan Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti. Dosen yang memenuhi persyaratan sebagai DYS akan ditampilkan sebagai data bakal calon DYS (data D2) di PDDIKTI.

2. Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, berdasarkan pertimbangan alokasi nasional, kriteria dan skala prioritas sesuai ketentuan dan perundangan, melakukan pemeringkatan data D2 dan menetapkan calon DYS definitif untuk masing-masing perguruan tinggi (Data D3). Kriteria pemeringkatan didasarkan pada urutan:
* jabatan akademik (Lektor Kepala, Lektor, Asisten Ahli),
* pendidikan terakhir (S3, S2),
* pangkat dan golongan ruang, dan
* masa kerja sebagai dosen tetap.

3. Dalam hal berdasarkan kriteria poin no.2 tersebut calon DYS memiliki rangking yang sama, maka calon DYS yang memiliki umur lebih tua ditempatkan pada urutan lebih awal.

4. Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menerbitkan data D3 ke laman sistem Serdos. Jumlah calon DYS definitif sesuai dengan alokasi nasional akan disesuaikan untuk setiap periode sertifikasi.

5. PTU melakukan verifikasi dan validasi data D3 dan melakukan verifikasi dalam bentuk : mengusulkan/tidak mengusulkan calon DYS karena pertimbangan strategis pimpinan PTU, dan memvalidasi data bidang ilmu/sub-rumpun ilmu.
Keseluruhan data hasil verifikasi disahkan oleh pimpinan PTU

6. Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menetapkan calon DYS definitif yang masuk dalam data D4 untuk masing-masing PTU berdasarkan data D3 yang telah diusulkan dan disahkan oleh PTU.
Pengajuan D3 yang tidak disertai dengan bukti surat pernyataan, calon DYS yang diusulkan oleh PTU pada data D3 tidak akan ditetapkan menjadi data D4.

Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menerbitkan akun untuk calon DYS yang telah ditetapkan dalam data D4.

Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menetapkan calon DYS definitif (data D4) dan mengunggahnya di laman sistem Serdos untuk dapat dilihat dan dikelola oleh PTU melalui Akun PTU yang telah diberikan.

Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menerbitkan 10 (sepuluh) Akun untuk setiap calon DYS definitif:
* 1 (satu) Akun atasan calon DYS,
* 1 (satu) Akun untuk calon DYS sendiri,
* 3 (tiga) Akun untuk sejawat calon DYS, dan
* 5 (lima) Akun untuk mahasiswa penilai.

7. .Calon DYS melakukan validasi data diri berdasarkan data D4 yang telah ditetapkan.
*Calon DYS melakukan kegiatan untuk memenuhi komponen penilaian gabungan meliputi penilaian persepsional, rekam jejak kemampuan berbahasa inggris, dan potensi akademik.
*Calon DYS dan PTU memastikan komponen penilaian gabungan telah terpenuhi yaitu NAP, NKP, NPA, NBI, dan NPS.
*Calon DYS yang memiliki jabatan akademik Lektor atau Lektor Kepala dapat mengunggah sertifikat PEKERTI atau AA sebagai pengganti NBI atau NPA dan disertai perangkat dokumen pendukung sebagaimana tertera dalam rubrik penilaian.

8. Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti melakukan penghitungan NGB secara otomatis melalui sistem.
* Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menetapkan calon DYS yang telah lulus penilaian gabungan dan penilaian persepsional sebagai DYS dalam Data D5.
* DYS yang masuk dalam data D5 dapat melanjutkan untuk menyusun DD.

PENETAPAN D5

*Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti melakukan penghitungan NGB secara otomatis melalui sistem.

*Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti menetapkan calon DYS yang telah lulus penilaian gabungan dan penilaian persepsional sebagai DYS dalam Data D5.

*DYS yang masuk dalam data D5 dapat melanjutkan untuk menyusun DD.
.
Selanjutnya :

POIN2 PENTING UNTUK DYS YANG BERHASIL LOLOS KE TAHAP D5 :

Berhubung karena keterbatasan waktu dan jadwal padat (sudah terjadwal), maka bagi calon DYS yang persiapan ikut serdos, saya menyampaikan poin2 penting saja di grup ini, sekaitan Penyusunan dan Pengesahan Deskripsi Diri oleh DYS (setelah ditetapkan dalam D5) sbb :

1. Penyusunan Deskripsi Diri (DD) oleh DYS secara on-line hanya dapat dilakukan ketika DYS telah masuk dalam data D5

2. Sebagai bahan acuan penyusunan narasi Deskripsi Diri (DD), DYS harus menyusun Curicullum Vitae (CV) yang terdiri atas :
-riwayat pendidikan,
-riwayat pengajaran,
-riwayat pelatihan profesional,
-produk bahan ajar,
-riwayat penelitian,
-riwayat pengabdian,
-riwayat dan publikasi karya ilmiah, pertemuan ilmiah,
-peran di bidang kemahasiswaan, dan
-tanda prestasi/penghargaan.

DYS lakukan pengisian CV sesuai dengan kelompok isian ini sebagaimana telah ditetapkan dalam laman sistem Serdos

3. DYS wajib mengunggah naskah publikasi karya ilmiah sebagaimana yang dicantumkan pada CV dalam bentuk dokumen dan/atau alamat akses (URL) sebagaiimana rincian pada tabel 3.1

4. DYS wajib mengunggah naskah publikasi karya ilmiah sebagaimana yang dicantumkan pada CV dalam bentuk dokumen dan/atau alamat akses (URL) sebagaiman rincian pada tabel 3.2

5. Setelah melakukan pengisian borang CV, DYS dapat menyusun narasi atau esai DD dengan mengacu pada borang CV. Pengisian DD harus dilakukan pada seluruh butir dalam unsur yang harus diisi dalam instrumen DD.

6. DYS harus mengisi narasi DD untuk masing-masing butir dari setiap unsur dan menyimpannya dengan menekan tombol SIMPAN. Jika sebelumnya DYS telah menyusun narasi DD pada aplikasi pengolah kata (word processor) atau teks, maka isi dari narasi dapat langsung dicopy (salin) dan paste (tempel) pada borang yang telah disediakan. Narasi DD yang diperbolehkan hanya berupa teks tanpa tabel, gambar, grafik, penomoran, atau rumus.

7. Setelah proses pengisian narasi DD selesai, dan telah diperiksa kebenaran datanya, dilakukan VALIDASI ISIAN DESKRIPSI. Jika validasi telah dilakukan, maka akan diterbitkan nomor referensi validasi. Nomor ini akan dipakai sebagai identitas naskah DD.

8. Selanjutnya mengunggah Lembar Pengesahan. Lembar Pengesahan hanya dapat diunduh oleh DYS setelah DYS melakukan validasi DD. File Lembar Pengesahan yang telah diunduh kemudian dicetak untuk ditandatangani oleh DYS bersangkutan dan diketahui dan disahkan oleh
atasan langsung DYS dan pimpinan perguruan tinggi di mana DYS bertugas. Lembar Pengesahan dipindai (scan) dan disimpan dalam file image (gambar) dengan tipe jpeg.

9. File gambar Lembar Pengesahan kemudian diunggah melalui menu yang telah tersedia dalam modul penyusunan instrumen portofolio sertifikasi dosen masing-masing DYS di situs web serdos

Catatan :
Hati2 dalam menjadwalkan isian borang CV pada poin no.2 yang berkaitan waktu tugas belajar (riwayat Pendidikan) dan kegiatan lainnya …..

Jadwal pengumumam serdos D4 dan D5 bisa baca di SINI

Semoga lebih banyak yang berhasil lulus Serdos di tahun 2017.

FB_IMG_1492347122959l

Sumber : Dari Salah satu Reviwer Serdos Dik FJ di Grup Serdos, tq.

Akreditasi Unggul Hasilkan SDM Mumpuni

JAKARTA – Globalisasi era Masyarakat Ekonomi ASEAN/ MEA yang telah berlaku pada tahun 2016 ini berdampak pada aliran tenaga kerja terampil akan bebas masuk ke negara ASEAN. Agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja tersebut, tenaga kerja Indonesia harus semakin berkualitas. Untuk itu, lulusan perguruan tinggi Indonesia harus memiliki kompetensi yang baik. Dalam hal ini perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki peran dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing unggul. Salah satunya melalui peningkatan peringkat akreditasi institusi. Perguruan tinggi dengan akreditasi unggul akan menghasilkan lulusan yang berdaya saing mumpuni.

Pimpinan PTS menyadari pentingnya akreditasi ini sehingga pada Rabu (30/11) dilakukan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) mengenai peningkatan mutu PTS melalui akreditasi institusi. Fokus perhatian dalam Rakorda adalah untuk meningkatkan akreditasi program studi maupun institusi perguruan tinggi swasta, menopang apa yang akan dilaksanakan oleh BAN-PT serta membahas isu terkini terkait peraturan yang terbit dan dampaknya terhadap perubahan di tiap perguruan tinggi swasta.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III DKI Jakarta, Illah Sailah menyebutkan dari jumlah 1600-an program studi di Wilayah Kopertis III hanya sebesar 194 yang memiliki akreditasi A artinya masih sekitar 12% nya saja.

“Ini menjadi cerminan kita juga. Masih banyak yang belum re-akreditasi dan ada juga yang tidak terakreditasi, itu harus dilakukan pembinaan, kami merekomendasikan saja kepada Kemenristekdikti,” ujar Illah saat pembukaan Rakorda di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Posisi akreditasi dan sertifikasi dalam tujuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi sendiri ditujukan untuk pertumbuhan perekonomian dan daya saing kompetitif nasional sehingga nantinya dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu berinovasi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan Rakorda ini guna me-review apa yang sudah dilakukan di tahun 2016 dan rencana untuk tahun 2017. Ada beberapa hal yang sangat penting terkait kebijakan Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu PTS di Indonesia yang salah satunya melalui sistem akreditasi. Nasir menyebutkan akreditasi dan sertifikasi harus diperhatikan. Pada tahun 2015, perguruan tinggi yang masuk ke dalam ranking 500 besar dunia hanya ada dua. Permasalahannya masih seputar kualitas dan mutu, maka dari itu hal ini harus didorong terus.

“Tolong Bapak Dirjen melakukan pendampingan instrumen apa saja yang harus kita perhatikan untuk bisa menjadikan perguruan tinggi terakreditasi A. Untuk itu saya minta kepada BAN-PT bukan memudahkan, tapi menjelaskan instrumen apa saja yang perlu ditingkatkan. Per Oktober 2016 ada 40 perguruan tinggi yang sudah A,” ujarnya.

Pendampingan tersebut antara lain meliputi kelembagaannya yang harus sesuai dengan peraturan yang ada yakni PTS harus dijalankan oleh badan penyelenggara, yang dapat berupa komite atau yayasan. Menristekdikti menyebutkan tujuan pihaknya mendorong akreditasi adalah manakala suatu perguruan tinggi itu baik maka akan memberikan impact pada pertuumbuhan ekonomi karena dijalankan dengan baik. Nasir berharap ketika para mahasiswa lulus nanti dapat memiliki ijazah sekaligus sertifikat kompetensi agar lebih dapat diterima di dunia kerja.

Sejauh ini, pendampingan yang telah dilakukan Kemenristekdikti sendiri antara lain melalui workshop AIPT yang diikuti 152 PT, bimbingan teknis pada 51 PT terpilih yang terakreditasi B, assign mock assessor dan pembimbing pada masing-masing PT, dan visitasi yang menghasilkan rekomendasi untuk re-akreditasi ke BAN- PT. Diantara jumlah tersebut perguruan tinggi swasta juga banyak yang bisa masuk untuk dilakukan pembinaan. Total pencapaian dari program pendampingan tersebut adalah terdapat 17 perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi A.

“Akreditasi adalah kebutuhan wajib karena apa, ukuran kualitas perguruan tinggi dilihat dari situ,” imbuh Nasir.

PT atau prodi yang telah terakreditasi A kemudian nantinya didorong untuk dapat mendapatkan akreditasi internasional. Menristekdikti berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia bisa memiliki sertifikat internasional. Lulusan yang berpotensi untuk lulus uji kompetensi internasional adalah lulusan yang berasal dari program studi yang terakreditasi internasional, baik itu yang berasal dari perguruan tingi negeri maupun swasta.

“Tidak ada lagi dikotomi negeri dan swasta. Kita harus menghilangkan ini sehingga tidak ada lagi yang namanya diskriminasi,”tuturnya. (APS)

Read more at http://www.ristekdikti.go.id/akreditasi-unggul-hasilkan-sdm-mumpuni/#Ybm4hRtjbMMbvQPA.99

Kontak

IAI DDI Polewali
Jl. Gatot Soebroto Kel. Madatte Kec. Polewali.

Telp./FAX 042821572,
HandPhone : +6282189482533,
Email: admin@ddipolman.ac.id
Polewali Mandar Sulawesi Barat
Kodepos 20217